Pilihan Akomodasi di Munich (Student)

posted in: Education, Eropa, Indonesia, Jerman | 11

Ketika mendaftar ke Technical University of Munich (TUM), saya tidak pernah membayangkan kota Munich itu seperti apa. Yang saya tahu hanya kota ini menjadi host universitas-universitas terbaik di Jerman, antara lain Technical University of Munich (TUM) dan Ludwig Maximilian University (LMU).  Ketika diumumkan diterima di TUM, pencarian saya untuk akomodasi pun dimulai. Saya awali dengan membuka website TUM terkait akomodasi.  Di website-nya TUM merinci pilihan tempat tinggal. Teringat ketika dulu saya di KAIST secara otomatis mendapatkan hak untuk tinggal di asrama dan bebas memilih asrama sesuai budget. Namun ketika melihat daftar akomodasi, ternyata TUM tidak menawarkan asrama. 🙁 Saya baru tau ternyata kampus-kampus di Jerman tidak mengelola asrama, yang ada adalah Student Halls of Residence yang dikelola oleh Studentenwerk (organisasi dari pemerintah yang mengurus mahasiswa) atau oleh privat (gereja, yayasan, dsb). Dan..ternyata kita ga bisa langsung dapet asrama di Munich, harus menunggu paling cepat 1 tahun (waiting time) dari setelah mendaftar! Setelah mencari-cari informasi, saya baru tahu kalau kota Munich adalah kota dengan biaya hidup paling mahal di Jerman serta mencari akomodasi di Munich tidaklah mudah (apalagi mencari akomodasi yang terjangkau). Hal ini dikarenakan Munich adalah pusat ekonomi Jerman dan host dari kampus-kampus terbaik di Jerman, sehingga banyak yang bermigrasi ke kota ini. Kondisi ini juga semakin dipersulit karena ‘katanya’ orang Bayern/Bavaria (provinsi dari kota Munich) terkenal sangat menjunjung tinggi privasi. Walaupun rumah besar-besar dan kamar banyak, tapi mereka memilih untuk tidak menyewakan.  Hingga akhirnya saya pun mulai mencoba mendaftar akomodasi-akomodasi  sesuai yang disarankan  di website TUM.

1. Student Halls of Residence

student hall of residence munich

Student Halls of Residence menawarkan biaya sewa yang relatif terjangkau dibandingkan jenis akomodasi lainnya di Munich. Biaya sewa di Student Halls of Residence sekitar  200-400 €. Sebagian besar Student Halls of Residence dikelola oleh pemerintah. Ada juga yang privat  dikelola oleh gereja atau yayasan. Untuk bisa diterima di Student Halls of Residence milik pemerintah, kita harus mendaftar dan menunggu paling cepat setahun dari setelah mendaftar (jika beruntung ada juga yang dapat lebih cepat). Hal ini dikarenakan jumlah Student Halls of Residence yang ada  tidak memadai untuk semua students di Munich. Untuk winter semester (masuk kuliah Sepetember/Oktober), kita sudah bisa mulai mendaftar Student Halls of Residence dari tanggal 15 Mei. Walaupun misalnya kita belum diterima di universitas (masih dalam proses pendaftaran universitas), kita sudah bisa mendaftar Student Halls of Residence. Namun ketika sudah diterima univesitas di Munich, harus menunjukkan bukti certificate of enrollment. Karena saya baru tau dan mencari segala tentang ‘perakomodasian’ setelah diterima di TUM di bulan Agustus, saya baru mendaftar Student Halls of Residence di bulan Agutus, sehingga saya paling cepat dapat Student Halls of Residence Agustus tahun depannya lagi. So, saran saya, walaupun belum ada pengumuman dari universitas di Munich, segera daftar Student Halls of Residence di bulan Mei agar masa tunggunya lebih singkat. Untuk Student Halls of Residence yang dikelola privat, biasanya ada syarat-syarat khusus, misalnya wanita beragama Katolik atau memiliki pandangan politik yang sama dengan yayasan.

Info lebih lengkap:

-Student Halls of Residence  dikelola oleh pemerintah :
http://www.studentenwerk-muenchen.de/en/student-accommodation/halls-of-residence/

-Student Halls of Residence  dikelola oleh privat :
https://www.tum.de/en/university-life/accommodations/student-halls-of-residence/religious-and-social-organizations/

2. TUM Apartment Listing

Website TUM menawarkan jasa untuk mengiklankan akomodasi atau membuat iklan pencarian akomodasi. Namun jasa ini terbatas hanya untuk civitas akademik TUM (students, employee).

Info lebih lengkap :
https://www.tum.de/en/university-life/accommodations/apartment-listings/

3. Housing Referral Service

Housing Referral Service adalah layanan yang diberikan oleh Studentenwerk Munich (organisasi dari pemerintah yang mengurus mahasiswa) untuk orang-orang yang ingin menawarkan akomodasi ke student di Munich. Syarat untuk bisa menggunakan jasa ini (melihat detail contact pengiklan) adalah jika kita terdaftar sebagai mahasiswa di Munich. Menurut saya Housing Referral Service ini relatif bisa dipercaya dibanding website-website housing di pasaran.

Info lebih lengkap:

http://www.studentenwerk-muenchen.de/en/student-accommodation/housing-referral-service/offers/

4. Privat Housing Market

privat housing market munich

Privat Housing Market adalah akomodasi yang ditawarkan oleh masyarakat umum atau oleh perusahaan properti. Sebagian besar students dan orang yang datang ke Munich biasanya mencari di sini. Biasanya biaya sewa Wohnung privat untuk kota Munich sekitar 400-800 €/bulan untuk 1 orang. Karena tidak mungkin mendapat akomodasi langsung di Student Halls of Residence, maka saya pun mencari akomodasi di sini. Terdapat banyak website-website yang menawarkan iklan akomodasi di Munich, salah satu yang paling populer adalah www.wg-gesucht.de. Namun karena punya pengalaman ditipu (dua kali dikirm email yang isinya penipuan dan entah dari mana penipunya mendapat email saya), saya jadi sulit percaya untuk mencari di website-website housing umum, karena data pribadi saya ternyata bisa diakses orang lain. Ketika sampai di Munich dan berkenalan dengan beberapa orang, saran mereka mencari di website atau aplikasi ebay kleinanzeige.

5. Hotel dan Youth Hostels

hotel dan youth hostel munich

Waktu awal-awal kuliah saya sempat kaget, karena teman-teman kuliah saya rupanya banyak yang tinggal di hotel atau hostel karena belum dapat tempat tinggal di Munich. Mereka di hostel bahkan bisa sampai 2 bulan. Ada juga yang menyewa Airbnb untuk 1-2 bulan. Tentunya tinggal di hotel atau hostel menghabiskan biaya yang sangat besar dibandingkan akomodasi biasa.

6. Accommodation in Exchange of Assistance

Dengan semakin berkembangnya kemajauan teknologi, angka harapan hidup pun semakin tinggi. Ditambah dengan semakin berkurangnya keinginan memiliki anak, banyak kakek-kakek dan nenek-nenek yang hidup sendiri di rumahnya. Bahkan walaupun ada yang memiliki anak, sangat jarang ditemukan anak dewasa Jerman mau tinggal satu atap dengan orang tuanya. Hal ini dijadikan peluang bagi student yang kesulitan mencari tempat tinggal. Jadi tinggal dengan Opa-Oma tanpa perlu membayar atau pengurangan biaya sewa, sebagai gantinya diminta membantu Opa-Oma, misalnya membantu membersihkan rumah atau belanja kebutuhan sehari-hari bagi Opa-Oma yang tidak kuat berjalan. Perhitungannya untuk 1m² tempat tinggal = 1 jam bantuan/bulan, selebihnya kita akan mendapatkan gaji. Tentunya untuk bisa menggunakan metode ini disarankan memiliki kemampuan bahasa Jerman yang mumpuni, karena ‘orang tua’ di Jerman jarang yang bisa berbahasa Inggris.

Info lebih lengkap:

http://www.studentenwerk-muenchen.de/en/student-accommodation/other-housing-options/accommodation-in-exchange-for-assistance/

Mencari akomodasi di Munich yang murah dan nyaman buat saya benar-benar sebuah perjuangan yang panjang. Dari mulai diterima di bulan Agustus, hingga tiba di Munich, saya tidak henti-hentinya tiap hari mencari duduk manis di depan laptop. Akibatnya banyak hal yang tidak terurus ketika akan berangkat ke Jerman. Bahkan minggu pertama di Munich saya terpaksa menumpang di kenalan teman saya (mana sampai jatuh sakit pula T.T) karena belum dapet tempat tinggal. Hingga tiga bulan pertama di Munich saya juga mengalami kejadian yang tidak mengenakkan di akomodasi yang saya dapatkan (Alhamdulillah sekarang sudah pindah). Mencari akomodasi akan semakin sulit jika kita tidak menggunakan bahasa Jerman ketika mengirim email. Entah berapa puluh email yang saya kirimkan dalam bahasa Inggris, namun hanya satu yang balas. Akhirnya saya memutuskan menggunakan google translate dari email saya yang berbahasa Inggris. Alhamdulillah setelah ditranslate ke bahasa Jerman akhirnya ada beberapa yang membalas.

So, jangan putus asa mencari akomodasi di Munich. Tetap semangat! Karena semua student terutama yang tidak ada kenalan biasanya akan kesulitan mencari akomodasi. Banyak-banyak berdo’a agar dipermudah dan beruntung dapat akomodasi yang sesuai harapan. 🙂

FYI, mencari akomodasi antara satu kota dengan kota lain di Jerman tidaklah sama. Tulisan ini hanya berlaku untuk kota Munich. Sebagai contoh teman saya yang studi di Aachen ketika datang automatically mendapat tempat di Studentenwonheim/Student Halls of Residence. Harga pun tidak sama antara satu kota dengan kota lainnya. Daerah Jerman timur atau kota kecil biasanya lebih murah.

Untuk lebih lengkapnya terkait info akomodasi, bisa download brosur terkait akomodasi dari TUM :
https://www.tum.de/fileadmin/w00bfo/www/Unileben/Wohnen/Accommodation_in_Munich.pdf

Next : Jejak 25 Rasul dan Traveling

Previous : Mendaftar Kuliah ke English Speaking Countries lewat Agen (Gratis)

11 Responses

  1. Amelia Alamsyah

    hai
    .saya ingin bertanya..utk pembukaan rekening di fintiba..setelah buka..apakah harus lgs transfer euro 8640?karena keberangkatan saya masih bln july
    trimakasih

  2. Rina

    Halo 😉

    Sebelumnya aku tanya ttg tempat tinggal eh gak lama setelah itu nemu link hal blog ini 😉 very helpfull…

    menurutmu, semisal kemungkinan paling buruk ga dapet tempat tinggal deket TUM kemudian milih tempat tinggal di kota lain sekitar munich, recommended ga?

    Kalo commute jakarta – bekasi tiap hari sih saya survive hehehe…

    • annisayusrial

      Halo Rina,

      Recommended kok. Apalagi sebagai student kita bisa beli semester ticket yang bisa kita pakai unlimited untuk semua transportasi umum sampai ke ujung pinggiran kota Munich (Aussenraum). Semua ujung kota Munich bisa dijangkau dengan S-Bahn. Cuma semakin ujung, pilihan transportasi semakin terbatas. Tapi ga masalah untuk awal-awal kalo susah dapet tempat tinggal, soalnya lebih repot kalo udah nyampe Munich tapi belum tau tinggal di mana. Nanti kalo udah terbiasa dengan Munich dan ngerasa perlu yang lebih deket sama kampus baru pindah. 🙂

  3. Peggy Stefany Dano

    Kak, saya ingin menanyakan apakah di Munich terdapat website atau facebook untuk bursa kamar pelajar munich?
    Saya dan teman saya rencananya ingin berkunjung selama 3 hari di Munich. Sayangnya, harga hostrl dan airbnb cukup mahal. Oleh karena itu, kami ingin mencari penginapan yang terjangkau untuk pelajar.
    Terima kasih kak 🙂

  4. Feby

    Halo kak, kalo saya ingin ngontak kakak untuk nanya-nanya lebih lanjut tentang nyari housing di Munich bisa nggak ya? Terima kasih

  5. Antonio Vico

    Hallo kak, saya lagi nyari tmpt tinggal utk bulan September/Oktober smpai seterusnya. Kakak kebetulan punya informasi tidak ya? Danke

  6. Albert

    Hi Annisa,

    nice posts, referensi yang bagus banget untuk temen2 yang mau studi ke Jerman. Btw saya mau tanya2 untuk akomodasi, kira2 bisa kontak kemana ya kalau ada informasi sesama mahasiswa Indonesia juga yang sedang cari flatmate? Thank you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *