Makanan Khas Korea Selatan

posted in: Food, Indonesia, Korea, Lifestyle | 4

1. Tteokppoki

tteokppoki korean food

Salah satu makanan Korea yang akan paling sering kamu jumpai kalo ke Korea Selatan adalah Tteoppoki.  Makanan ini komposisinya biasanya tteok (rice cake) dang odeng (fish cake) yang diberi sambal korea (gochujang). Rasanya pedes manis, kadang ada yang asin dan gurihnya. Range harganya kalo di pinggir jalan satu porsi sekitar ₩ 2000-3000.

2. Odeng

sumber foto : https://www.flickr.com/photos/traveloriented/10585854544

Selain sering dipadukan dengan tteok untuk jadi tteokppoki, odeng juga bisanya direbus dan diberi kuah semacam sup dan umum dijual di pojangmacha (kedai pinggir jalan Korea). Kalo lagi kedinginan emang enak banget makan odeng ini. Harga satu porsinya sekitar ₩ 500-1000.

3. Kimbap

sumber foto : https://www.flickr.com/photos/kfoodaddict/6380679527

Kalau jepang terkenal dengan onigiri-nya, Korea terkenal dengan Kimbap-nya. Makanan yang satu ini menurut saya sangat mengenyangkan. Saya pribadi makan satu rol panjang aja udah kekenyangan. Kimbap biasanya isinya terdiri dari nasi, sayur-sayuran, dan daging atau seafood, dibikin roll lalu dipotong-potong. Harga satu porsi kimbap bervariasi, biasanya sekitar ₩ 3000-4000.

4. Bibimbap

bibimbap korean food

Bibimbap ini menurut saya proses makannya mirip bubur. Ketika makan harus kita aduk-aduk dulu seperti bubur. Satu porsi bibimbap biasanya isinya nasi, sayur-sayuran dan daging atau seafood atau telor. Kalo pernah nonton drama Full House mungkin inget dengan makanan yang satu ini. 😉 Bibimbap satu porsi harganya sekitar ₩ 3000-5000.

5. Pajeon

sumber foto : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Korean_pancake-Pajeon-05.jpg

Pajeon ini menurut saya mirip martabak kalo di Indonesia. Komposisinya telor, tepung terigu, daun bawang yang diiris panjang-panjang dan seafood. Makannya biasanya ditemani dengan kecap asin. Harga satu porsi pajeon yang pernah saya beli ₩7000 won. Satu porsinya gede banget, seperti ukuran pizza medium.

6. Kimchi

sumber foto : https://pixabay.com/en/kimchi-spicy-raw-side-dish-korean-2337822/

Makanan ini kayaknya ga ada orang Korea yang ga suka, hehe. Karena apapun makanannya, pasti ini jadi menu wajib buat nemenin makanan yang lainnya ketika orang Korea makan. Rasanya semua orang Korea yang saya temui ga ada yang bilang gak suka kimchi, semuanya bilang suka kimchi. Sampai-sampai kalo foto ‘cheese’ diganti jadi ‘kimchi’. Sayur-sayuran di Korea sering dijadiin kimchi, tapi biasanya yang paling sering sawi putih. Kimchi ini adalah sayuran yang difermentasi dan diberi gochujang (sambal Korea) dan garam.

7. Jajangmyeon

jajangmyeon korean food

Ini mie sering banget muncul di drama-drama Korea. Kalo makan ini bibir jadi item karena kecapnya. Kocak banget kalo ngeliat orang Korea makan mie ini, udah bibirnya item karena kecap, ngomong, bersuara pula…srrrrrrluuup, hihi. Untuk harga seporsinya saya lupa berapa, kalau ga salah inget ₩5000.

8. Miyeok Guk

sumber foto : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Korea.food-Miyeok.guk-01.jpg

Miyeok Guk ini adalah sup rumput laut, makanan wajib ketika ulang tahun di Korea. Biasanya miyeok guk bukan makanan utama, tetapi dijadikan sebagai pelengkap hidangan ketika kita makan.

9. Samgyetang

samgyetang korean food

Samgyetang ini menurut saya persis seperti sop, cuma ditambahin gingseng dan rasanya lebih hambar. Saya makan ini di salah satu restoran halal di Itaewon. Makan ini lebih baik untuk berama-ramai, karena satu porsi samgyetang isinya adalah ayam utuh. Waktu makan di Itaewon harga satu porsinya adalah ₩ 18.000.

10. Bulgogi

bulgogi korean food

Makanan ini sepertinya sudah cukup terkenal di Indonesia. Terlihat dari salah satu perusahaan mie menjadikan bulgogi ini sebagai salah satu flavournya. Bulgogi ini adalah daging yang bumbunya mirip dengan beef teriyaki. Harga satu porsinya waktu saya beli di restoran di Itaewon adalah ₩15.000.

11. Bungeoppang

sumber foto : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Boong_o_bbang.jpg

Bungeoppang ini kalo di Jepang namanya Taiyaki. Kue berbentuk ikan yang biasanya berisi kacang merah atau krim susu. Biasanya keberadaan bungeoppang ini jadi penanda musim gugur telah datang di Korea. Umumnya bungeoppang dijual dengan harga ₩1000 untuk setiap 3 bungeoppang.

12. Gyeranppang

sumber foto : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gyeranppang_by_travel_oriented.jpg

Gyerangppang ini kue yang rasanya manis dan diatas adonannya diceplok telor. Harganya sekitar ₩1000-1500.

13. Dessert Seolbing

seolbing dessert korea

seolbing dessert korea

Menurut salah satu teman saya yang orang Korea, dessert Seolbing ini adalah dessert terenak di Korea, apalagi bingsu-nya (es serut). All season kita bisa makan es serut ini dengan menu spesial tergantung musim. Range harganya sekitar ₩7000-9000.

14. Sundubu jigae

sumber foto : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Korean_stew-Sundubu_jjigae-05.jpg

Sundubu jigae adalah sop tahu sutera dengan telor, jamur, dan seafood di dalamnya. Kuahnya pedas karena ada campuran gochujang di dalamnya. Sundubu jigae biasa disajikan panas-panas menggunakan hotplate. Harga satu porsi sundubu jigae sekitar ₩8000-10000.

15. Lotteria

sumber foto : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Changnyeong_Lotteria.jpg

Lotteria kini sudah bisa ditemukan di mall-mall di Indonesia. Sama seperti restoran fastfood dari Amerika, Lotteria menyediakan menu burger, fried chicken, french fries dan soft drink. Berbeda dengan lotteria di Indonesia, lotteria di Korea tidak menyajikan menu nasi. Salah satu pilihan yang tepat jika sulit menemukan restoran halal di Korea, kita bisa pesan menu burger seafood, seperti burger udang. Lotteria ini udah kayak KFC dan McD kalo di Indonesia, tersebar di mana-mana di Korea.

16. Paris Baguette

sumber foto : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:ParisBaguette.jpg

Konon kisah pemilik Paris Baguette ini jadi cikal bakal drama Korea Baker Kim Tak Goo. Franchise roti ini tersebar di mana-mana di Korea. Toko roti Paris Baguette ini bahkan sudah mengantongi sertifikat halal dari Korea Muslim Federation (KMF).

Next : Trip to Seoul (Part 3)

Previous : Kuliah di KAIST

4 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *